Waruga

Waruga adalah kubur atau makam leluhur orang Minahasa yang terbuat dari batu dan terdiri dari dua bagian. Bagian atas berbentuk segitiga seperti bubungan rumah dan bagian bawah berbentuk kotak yang bagian tengahnya ada ruan, dapat anda temukan oranamen ukiran yang menandakan status sosial, taman kubur batu ini lebih dikenal masyarakat bernama waruga.

Untuk mencapai Waruga ini tak begitu lama ketika anda memulai start awal perjalanan anda dari manado dengan mengambil jalur timur jalan yos sudarso ke jalan lintas manado bitung, jika anda berada di jalan Amold manohutu maka tujuan anda hampir sampai dengan mengabil jalur arah airmadidi ke desa sawangan, total perjalanan anda hanyah 24 Km atau 35 menit waktu tempuh normal.

Banyak objek wisata situs purbakala kubur batu waruga yang dapat anda temui di minahasa antara lain di daerah Airmadidi, Rap-Rap, serta Sawangan namun wisatawan lebih mengenal desa sawangan sebagai tempat melihat obyek wisata kubur batu waruga.

Tata cara penguburan waruga telah ada pada abada ke 9 oleh leluhur minahasa tepatnya dilakukan suku Tonesea Kumelembuay, dengan tata cara menghadapkan peti kubur batu keutara serta jenazah diletakan pada batu persegi dengan bertelungkup dan posisi duduk pada kepala menyentuh tumit, Hiasan tangkub ukiran ornamen terbentuk indah membuktikan bahwa leluhur masyarakat minahasa begitu trampil dalam mengukir pahatan batu menggunakan tangan tangan mereka.

Ukiran ini tak sembarang seni pahatan tapi melainkan kelakuan dimasa hidup dari jenazah, percaya atau tidak uniknya sipemahat terampil ini adalah calon penghuni waruga yang telah dibuatnya.