Pulau Lihaga

Pulau Lihaga merupakan pulau yang tak memiliki penghuni ini berada di gugusan kepulauan yang dihuni oleh pulau-pulau kecil di ujung Sulawesi Utara. Selain Lihaga, pulau-pulau lain yang ‘mengapung’ di perairan yang indah tersebut adalah pulau Gangga dan Bangka.

Bedanya, pulau Bangka dan Gangga adalah pulau-pulau yang dihuni oleh suku sangihe talaud (sangir) sebagai penduduk mayoritasnya. Namun hanya di pulau Lihaga lah pasir putih yang cerah dan bersih bisa di nikmati. Di pulau ini tak ada penginapan, penjual makanan atau juga jasa penyewaan snorkeling.

Jadi bila berminat berkunjung kesana, persiapkanlahsegala sesuatunya bila ingin liburan anda tak berakhir sia-sia. Terik matahari yang menyengat bisa di kurangi dengan menggunakan topi atau sunblock.

Paparan matahari di kulit selama 1 jam sudah cukup untuk membuat kulit anda terpanggang. Gunakanlah sunblock yang water resistance, sehingga bila anda ingin berenang atau snorkeling, kulit anda akan selalu terjaga.

Berjarak 70 Km dari ibukota provinsi Sulawesi Utara, Manado, pulau cantik ini bisa di datangi dengan menempuh waktu kurang lebih 2 jam perjalanan.

Perjalanan darat selama 1,5 jam akan mengisi sebagian besar rute perjalanan. Sementara sisanya akan melalui rute laut. Lihaga bisa di capai dengan menaiki angkutan umum berupa bis dari terminal Paal Dua dengan rute Manado – Pelabuhan Likupang. Per penumpangnya di kenai tariff sebesar 9 ribu rupiah*.

Bagi yang belum pernah berkunjung ke Manado, terminal Paal Dua bisa di datangi dari pusat kota dengan menaiki angkot dengan rute Pasar 45 – Paal Dua. Per penumpangnya di kenai tariff 2 ribu rupiah*. Sayangnya, tak begitu banyak bis yang tersedia untuk melayani penumpang yang akan menuju ke pelabuhan Likupang, itupun hanya di hari kerja. Sementara di hari libur hampir tak ada bis yang menuju ke sana.

Di pelabuhan Likupang sendiri tak begitu banyak kapal yang mengangkut penumpang ke Lihaga seperti misalnya, yang biasa kita temui di pelabuhan kayu Makassar untuk menuju samalona. Karenanya, mengunjungi Lihaga secara berkelompok adalah opsi terbaik.

Di pelabuhan Likupang, biaya sewa kapalnya adalah 1 juta rupiah* dengan kapasitas angkut paling banyak 25 orang. Alternative perjalanan ini jarang sekali di ambil oleh para pelancong dan wisatawan karena selain biayanya mahal, adalah pekerjaan yang tak mudah untuk mengumpulkan 25 orang untuk mengunjungi Lihaga dalam waktu yang bersamaan.

Namun tak perlu khawatir, masih ada alternative perjalanan lain yaitu dengan menggunakan kendaraan sewaan. Mobil-mobil sewaan sejenis Daihatsu Xenia atau Toyota Avanza bisa di sewa di kota Manado. Harga lazim untuk mobil sewaan ini berkisar antara 200 ribu rupiah, belum termasuk jasa supirnya dan bahan bakar (bensin).

Makin lihai kita menawar, makin murah harga mobil sewaan yang bisa di gunakan. Di ibukota provinsi tersebut juga masih ada pilihan jenis mobil lain seperti Daihatsu Terios atau juga Toyota Kijang Innova yang lebih nyaman dengan kapasitas penumpangnya lebih banyak. Untuk Innova dan Terios, pengemudinya biasanya menawarkan harga sekitar 250 ribu rupiah*, diluar bensin dan jasa supir.

Untuk menyebrang ke Lihaga, bisa menaiki perahu kayu yang di lengkapi dengan mesin tempel. Perahu-perahu ini bisa memuat hingga 25 orang penumpang dan berangkat dari kawasan pantai dimana area pelelangan ikan Likupang berada, dan bukan dari pelabuhan Likupang-nya. Di saat-saat tertentu, kita harus berjalan kaki meninggalkan pantai karena air surut.

Panorama indah sudah bisa di nikmati kala perahu mendekati daratannya. Gradasi air laut berwarna hijau kebirauan akan segera memanjakan mata. Bunga-bunga karang yang memepesona bisa terlihat dengan jelas karena perairan di lihaga cukup jernih, bersih dan hampir tak pernah terjamah. Warna-warni ikan yang berenang di bawah permukaannya juga menjadi tontonan segar tersendiri.

Buat anda yang tidak ingin terlalu di sibukkan dengan daftar itinerary, anda juga mengambil paket perjalanan wisata. Ada banyak travel agent dan jasa perjalanan lain yang menawarkan paket ke Lihaga.

Buat anda yang belum pernah menginjakkan kaki di Manado, bisa jadi berwisata dengan bergabung dalam suatu paket tur akan menguntungkan. Pilihlah waktu perjalanan di bulan April hingga Juli, karena musim kemarau akan memberikan cuaca yang cerah.

Keuntungan lainnya adalah pada saat off peak seperti ini, kebanyakan maskapai penerbangan akan menawarkan banyak tiket promo. Harga tiket termurahnya bisa mencapai harga 680 ribu*. Cukup murah.

Untuk tujuan Manado, tiket murah meriah seperti ini bisa di dapatkan bila anda memesannya di bulan Pebruary hingga April. Sebagai informasi, selain saat liburan kuliah dan sekolah, peak season di sulawesi utara biasanya berlangsung di hari-hari libur kristiani. (Sumber: jalan2.com)

*harga bisa berubah sewaktu-waktu